Hidup di Hari Ini

Hidup di Hari Ini

Menjalani hidup yang terbuka pada tiap kemungkinan adalah hal yang saya idam-idamkan saat ini. Menjalani lakon hidup yang tidak monoton dan senantiasa mengedepankan spontanitas. Bagi saya, itu adalah hidup yang menarik untuk dijalani. Saya akan berada di posisi antara, tegangan antara masa lalu dan masa depan menjadi seolah-olah hilang.

Menghidupi ruang antara membawa saya lebih siap menjalani kemungkinan yang bisa dieksplor lebih jauh. Tak ada salahnya mencoba hal yang demikian itu di usia yang masih muda ini. Ibarat trial and error, mode hidup seperti ini bisa dibilang mode yang tepat untuk menyerap banyak hal dari hidup. Kebosanan akan hal yang monoton dan ketakutan akan masa depan sering kali merintangi proses perkembangan saya sebagai person yang punya banyak dimensi untuk tumbuh. Pembatasan itu hanya bisa ditangkal dengan cara menghidupi hari dengan keadaan bersiap.

Keadaan bersiap artinya siap menghadapi kesulitan, kemarahan, kecewa, kebahagiaan, keriangan, dsb. Intinya sih mencoba untuk kembali pada keadaan kanak-kanak yang mudah kagum dan menikmati proses hidupnya. Di titik ini saya tidak ingin mensimplikasi kompleksitas kehidupan. Hanya saja saya berusaha memberikan cara baru menyikapi hidup secara arif dengan cara bersiap-siap atas apa yang akan hadir.

Proses ini bukanlah penyangkalan-penyangkalan, melainkan sebuah proses penerimaan dengan anggun. Tidak ada yang perlu ditolak dari apa yang diberikan hidup kepada diri saya. Apa pun mesti diterima sambil menakar-nakar kemampuan mengemban setiap perasaan yang muncul. Dengan begitulah diri ini terbiasa menghadapi masalah. Terlatih dalam situasi yang serba mungkin. Dan tentu jika sudah ahli hidup dalam ‘mode antara’ saya akan memperluas zona nyaman. Itu artinya, hidup saya akan nyaman-nyaman saja dan tak pernah merasa kehilangan apa-apa.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: