Belum Jua Rampung

Belum Jua Rampung

Belum jua titik,
Sebuah kata yang disulam jadi kalimat.
Belum juga kering peluh membanjir di sekujur penat.
Tugasku hanya menterjemah
gerak daun yang tergantung
di ranting yang letih.

Rahasia
membutuhkan kata yang terucap
di puncak sepi.
Ketika daun
jatuh tak ada titik darah.
tapi
di ruang kelam ada yang merasa
kehilangan dan mengaduh pedih

Apalagi marah api pada angin
Yang menggelora, namun tetap mengontrol diri.
Kita tak perlu saling menghakimi,
Di ujung sepi kubalut lukaku sendiri.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: